Home Daerah Bupati Magetan Kampanyekan Aman Konsumsi Daging dan Susu Ditengah Wabah PMK

Bupati Magetan Kampanyekan Aman Konsumsi Daging dan Susu Ditengah Wabah PMK

Wabah PMK di Magetan

45
0
SHARE
Bupati Magetan Kampanyekan Aman Konsumsi Daging dan Susu Ditengah Wabah PMK

Keterangan Gambar : Press Conference

Magetan - Nusa.web.id - Ditengah pandemi Covid-19 yang hingga kini belum usai, saat ini Pemerintah harus kembali disibukkan dengan adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) disebabkan oleh virus yang menyerang hewan ternak. 

Terkait permasalahan tersebut, pemerintah tengah gencar melakukan upaya pencegahan, agar tidak kecolongan sehingga meminimalisir adanya kerugian besar pada peternak. Seperti halnya Pemerintah Kabupaten Magetan. 

Hal itu terlihat saat digelarnya Press Conference bertempat di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha, Magetan. Senin pagi, (16/05/2022). 

Bupati Magetan Suprawoto  didampingi oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Nur Haryani, Press Conference tersebut dihadiri oleh jajaran OPD, perwakilan dari Peternak, sejumlah awak media, dan para tamu undangan lainnya. 

Nur Haryani dalam penjelasannya melaporkan terkait sejumlah daerah di Kabupaten Magetan telah dinyatakan positif terpapar tertanggal 15 Mei 2022. 

Adanya permasalahan itu perlu sejumlah penanganan serius, sebab dilaporkan wabah PMK sudah menyerang sebanyak 24 Ekor Sapi di Magetan.

Lokasi temuan sapi yang terpapar Virus yakni di Desa Turi, Kecamatan Panekan sebanyak 3 ekor sapi, dan 21 ekor lainnya di Desa Sugihrejo, Kecamatan Kawedanan juga dinyatakan positif.

Meski begitu, ia meminta pada masyarakat tidak perlu panik, sebab tingkat kematian penyakit ini tergolong rendah. Disamping itu, juga dipastikan bahwa Virus PMK tidak dapat menular pada manusia. 

"Kita himbau agar masyarakat tidak usah panik, karena wabah tersebut dapat dicegah dengan penanganan yang baik dan benar," ujarnya. 

Selanjutnya Nur Haryani juga meminta pada masyarakat agar tidak perlu takut dan khawatir untuk mengkonsumsi daging dan susu, sebab produk asal hewan pada daerah outbreak tetap aman dan sehat untuk dikonsumsi dengan pengolahan daging yang benar. 

"Jadi masyarakat tidak usah takut mengkonsumsi daging dan susu pada wilayah outbreak, karena jika pengolahan daging dilakukan dengan benar maka dapat dipastikan itu akan aman untuk dikonsumsi," imbuhnya. 

Sementara itu, Bupati Suprawoto mengatakan saat mulai berkembang isu terkait munculnya wabah PMK pada hewan ternak, Pemerintah Kabupaten Magetan telah berupaya untuk melakukan sejumlah pencegahan, yakni dengan memantau sejumlah lokasi Pasar Hewan. 

Suprawoto meminta para petugas untuk tidak lengah dalam melakukan penanganan. Sebab Kabupaten Magetan merupakan salah satu lumbung ternak sapi, yang mana tercatat peternak di Kabupaten Magetan memiliki sebanyak 118.000 ekor sapi, 50.000 ekor kambing, dan 50.000 ekor domba. 

Untuk itu perlu dilakukan upaya pencegahan secara preventif untuk mencegah meluasnya wabah PMK. Yakni dengan membuka layanan pengaduan atau Call Center, penutupan Pasar Hewan untuk mengurangi mobilitas dan melakukan lockdown bagi wilayah yang terkena wabah.

"Di Magetan ini memiliki sebanyak 118.000 sapi, 50.000 kambing, dan 50.000 domba jadi sebelum wabah ini menyebar luas kita harus lakukan upaya-upaya pencegahan secara preventif agar virus ini tidak meluas," katanya. 

"Jadi upaya pencegahan itu dengan layanan Call Center, jadi ada nomor khusus yang bisa dihubungi setiap saat jika muncul gejala PMK pada hewan ternak, kemudian penutupan Pasar Hewan untuk sementara waktu yang mulai dilakukan besok pertanggal 17 Mei 2022 hingga satu bulan kedepan, dan lockdown bagi daerah yang terkena wabah," terangnya. 

Diakhir penjelasannya Suprawoto berharap dengan adanya langkah-langkah pencegahan tersebut dapat meminimalisir penularan virus sehingga tidak menimbulkan kerugian besar yang dialami para peternak.

Untuk diketahui, PMK merupakan penyakit yang hanya menular dari hewan ke hewan. Yaitu hewan ruminansia atau berkuku belah, seperti sapi, kambing, domba, kerbau dan babi. Manusia tidak akan sakit meski terkena virus tersebut. Manusia hanya bisa menjadi pembawa virus tersebut melalui kontak tangan dan peralatan yang digunakan untuk merawat sapi.

Sebelum acara ditutup Suprawoto beserta semua tamu undangan yang hadir, mengkampanyekan berbagai menu sajian olahan daging sapi, kambing, dan minum susu dengan menyuarakan bahwa olahan hasil dari hewan ternak aman untuk dikonsumsi. (DK)

Video Terkait: