Home Politik Hadapi Tantangan Pileg 2024, DPD Partai Golkar Magetan Gelar Raker Bedah Dapil

Hadapi Tantangan Pileg 2024, DPD Partai Golkar Magetan Gelar Raker Bedah Dapil

DPD Golkar Magetan Bedah Dapil

31
0
SHARE
Hadapi Tantangan Pileg 2024, DPD Partai Golkar Magetan Gelar Raker Bedah Dapil

Magetan - Nusa.web.id - Dewan Pimpinan Daerah (DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Magetan terus melakukan sejumlah persiapan demi meraih suara besar pada Pileg (Pemilihan Legislatif) 2024 mendatang.

Salah satunya dengan mengadakan rapat kerja "Bedah Dapil" untuk mematangkan startegi politik, bertempat di Kantor DPD Partai Golkar Magetan Jalan Jaksa Agung Suprapto No.9,  Magetan, Jawa Timur. Senin, (13/06/2022). 

Turut hadir DPR RI Fraksi Partai Golkar Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag., M.Si., Ketua DPD Partai Golkar Magetan H.Zakaria, Pengurus, 18 Pimpinan Kecamatan (PK), serta tamu undangan lainnya.

Saat ditemui oleh awak media, Sekretaris DPD Partai Golkar Magetan Muhyar, S.T., mengatakan dalam politik kewilayahan di Kabupaten Magetan jelas sangatlah strategis. untuk memperdalam itu perlu dilakukan analisis teritory wilayah untuk memperkuat posisi Golkar khususnya dalam Pileg 2024 mendatang. 

"Kami akan memulai arah baru dalam menentukan strategi politik, dengan harapan kami ingin mendapatkan sebuah pemetaan bagaimana orientasi organisasi ke depan untuk menghadapi pemilu 2024," ujar Muhyar disela-sela kegiatan. 

Lebih lanjut Muhyar menuturkan, bedah dapil juga bertujuan agar para kader Golkar di Kabupaten Magetan memahami betul karakteristik pemilih di dapil (daerah pemilihan) di wilayahnya. Pasalnya, karakteristik pemilih di masing-masing kecamatan sangatlah beragam.

"Tentu yang pertama, bagaimana kami memahami karakter pemilih di 2024, sehingga diharapkan kerja-kerja organisasi dan kerja-kerja politik partai lebih efektif," imbuhnya. 

"Kita bedah, per Dapil, per kecamatan, sehingga masing-masing pengurus tentu mengetahui problem atau permasalahan dari masing-masing wilayah, tiap wilayah pasti akan berbeda pendekatan satu dengan yang lainnya," pungkasnya.

"Misalnya didapil 1 kita cuma mendapatkan satu kursi dengan perolehan suara kurang lebih sebanyak 12.000, kalau kita ingin mendapatkan dua kursi maka harus mendapatkan suara sebanyak 17.000, jadi masih memerlukan 5000 suara, jadi itu yang kita bedah kira-kira mana saja potensi yang dapat kita raih sesuai dengan target perolehan suara," tandasnya. (DK)