Home Hukum Buntut Arogansi Oknum Security SMA 1 Kawedanan Berujung Aduan ke Pihak Kepolisian

Buntut Arogansi Oknum Security SMA 1 Kawedanan Berujung Aduan ke Pihak Kepolisian

Kasus SMA 1 Kawedanan

62
0
SHARE
Buntut Arogansi Oknum Security SMA 1 Kawedanan Berujung Aduan ke Pihak Kepolisian

MAGETAN - NUSA.WEB.ID,- Ramai diberitakan sejumlah media massa terkait sikap arogan yang ditunjukkan oleh seorang oknum Security SMAN 1 Kawedanan berinisial (SR) pada dua orang wartawan yang hendak meminta konfirmasi terkait pungutan iuran di sekolah tersebut berbuntut aduan pada pihak kepolisian. 

Hal itu terbukti saat tiga orang wartawan dari Media News7 dan Semeru Pos yang didampingi oleh Pimpinan Redaksinya mendatangi Polres Magetan untuk melakukan delik aduan melaporkan perbuatan oknum Security tersebut pada Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Magetan. Senin, (17/10/2022), sekitar pukul 13.00 wib. 

Kedatangan ketiga orang wartawan beserta Pimrednya itu diterima secara langsung oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Magetan AKP Rudi Hidajanto, S.H., M.H., di ruang Gelar Perkara. 

Dalam aduannya wartawan yang merasa dirugikan itu berencana untuk membuat pelaporan secara resmi pada Satreskrim Polres Magetan dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan dan melanggar UU Pers Nomer 40 Tahun 1999 yang menghalang-halangi wartawan untuk menggali data dan informasi. 

Dalam penjelasannya AKP Rudi menerangkan, pihaknya akan memproses kasus yang diadukan setelah adanya pelaporan secara resmi. Apabila nanti ditemukan pelanggaran dan tindakan yang melanggar hukum maka akan dilakukan proses hukum lebih lanjut sesuai dengan Undang-undang dan prosedur hukum.

Komunikasi yang dilakukan antara wartawan dan pihak kepolisian tersebut memakan waktu kurang lebih selama 1 jam. Sehingga menghasilkan keputusan akan dilakukannya pelaporan secara resmi agar kasus ini dapat segera diproses lebih lanjut. 

Saat ditemui dilokasi, Bambang Wartawan dari media News7 mengatakan, secepatnya ia akan mengirimkan delik aduan pada pihak kepolisian agar surat pelaporan dapat segera terbit, hingga proses hukum dapat berjalan. 

"Kami akan segera kirimkan delik aduan pada polisi agar segera diterbitkan surat laporan hingga kasus ini tidak terjadi berlarut-larut," ungkapnya. 

Lebih lanjut katanya, alasan ia melakukan pelaporan karena memang menurut informasi dari rekan media yang lain perbuatan arogan oknum Security SMA 1 Kawedanan tersebut sudah sering dilakukan bukan hanya padanya saja. Melainkan pada setiap wartawan yang datang dengan tujuan untuk menggali informasi terkait dengan pelanggaran dan penyimpangan yang ada disekolah itu. 

"Kita dapat info ternyata bukan hanya kami aja yang diperlakukan demikian, tapi pada rekan-rekan media lain yang hendak menggali informasi terkait penyimpangan di SMA 1 Kawedanan juga diperlakukan kasar seperti itu, makanya kita laporkan masalah ini pada yang berwajib," imbuhnya. 

Disisi lain Hernawan Pimpinan Redaksi News7 menuturkan ia sengaja datang untuk mendampingi wartawannya guna melakukan laporan terkait perlakuan kasar dan arogan oknum Security tersebut. Ia akan mengawal hingga tuntas kasus ini sehingga pemasalahan serupa tidak terjadi lagi dikemudian hari. 

"Saya datang untuk mendampingi wartawan saya melakukan pelaporan atas kasus perbuatan tidak menyenangkan dan pelanggaran UU Pers Nomer 40 Tahun 1999 yang dilakukan oleh oknum Security SMA 1 Kawedanan," terangnya. 

"Kita berharap pada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dan menjalankan proses hukum sesuai dengan undang-undang dan hukum yang ada, kita juga akan kawal kasus ini hingga tuntas, agar tidak terulang lagi permasalahan yang sama," pungkasnya.

Untuk diketahui, dua orang wartawan dari Media Online  diperlakukan secara kasar oleh pihak security SMA 1 Kawedanan berinisial (SR) ketika berniat menggali informasi kepada pihak sekolah.

Wartawan tersebut dibentak-bentak oleh security ketika menyampaikan ijin untuk bertemu pihak perwakilan sekolah guna menggali informasi terkait tarikan iuran komite, tetapi security mengklaim bahwa pihak yang bertugas tidak ada di tempat, disinyalir security tersebut seakan menutupi keberadaan Kepala Sekolah atau perwakilan komite agar tidak bertemu dengan wartawan. 

Tetapi bersamaan dengan itu pula, datanglah seorang siswa ingin bertemu pihak sekolah dengan maksud ingin membayar iuran senilai Rp 300.000 ( tiga ratus ribu rupiah), oleh security dipersilahkan masuk dan menjawab kepada siswa bahwa petugas ada di ruangan dan akhirnya terjadilah cekcok  dengan security yang berujung pada pengusiran pada dua wartawan tersebut. (Atg)