Home Daerah Isu Berhembus Telah Dilakukan Monev di Belotan, Ini Kata Kadis PMD Magetan

Isu Berhembus Telah Dilakukan Monev di Belotan, Ini Kata Kadis PMD Magetan

Kasus Desa Belotan Bendo Magetan

19
0
SHARE
Isu Berhembus Telah Dilakukan Monev di Belotan, Ini Kata Kadis PMD Magetan

Magetan - Nusa.web.id,- Mengutip dari Website resmi ombudsman.go.id, penyebab adanya korupsi dana desa adalah karena minimnya kompetensi aparat desa, tidak adanya transparansi dan kurangnya pengawasan pemerintah dan masyarakat serta adanya intervensi atasan dalam pelaksanaan kegiatan fisik yang tak sesuai perencanaan. Hal itulah permasalahan yang sering dijumpai di desa bahkan tak sedikit oknum Kepala Desa yang terseret didalamnya. 

Sempat menjadi bahan perbincangan panas di masyarakat adanya dugaan pekerjaan pemasangan gorong-gorong tidak sesuai spek yang diketahui bersumber dari anggaran Dana Desa Belotan tahun 2022 kembali memasuki babak baru. 

Setelah adanya sejumlah gejolak yang muncul dalam internal pemerintah desa setempat dan sejumlah pihak-pihak terkait, muncul adanya isu telah dilakukannya Monev khusus di desa tersebut. 

Untuk itu awak media kembali melakukan konfirmasi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa DPMD Kabupaten Magetan Eko Muryanto di ruang kerjanya. Dalam penjelasannya Eko menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada informasi dari Camat Bendo terkait laporan hasil Monev di Desa Belotan yang saat ini diindikasi terjadi permasalahan. 

"Sampai sekarang belum mendapatkan surat dari kecamatan untuk melakukan monev khusus di Desa Belotan mas, jadi hari ini belum ada informasi terkait itu," ujarnya. Kamis siang, (19/01/2023). 

Lebih lanjut Eko mengatakan bahwa regulasi diadakannya monitoring dan evaluasi (Monev) khusus ialah jika ada informasi dari masyarakat maupun media terkait dengan adanya dugaan temuan yang ada di desa, maka pihaknya memberikan perintah pada Camat di wilayah untuk menginspeksi hasil temuan, setelah itu baru dilaporkan pada Dinas PMD dan ditindaklanjuti melalui Monev Khusus. 

"Belum ada monev, jadi kan gini mas alurnya kecamatan itu melaporkan ke saya, kan kemarin saya perintah ketika seandainya ada temuan penyimpangan maka saya akan turunkan tim, benar tidak ada penyimpangan ini, begitu ada penyimpangan saya bersurat ke Inspektorat, tolong dilakukan riksus, nanti riksusnya bersama-sama karena LHP yang saya gunakan untuk penjatuhan sanksi itu dari Inspektorat, jadi alurnya seperti itu," katanya. 

"Tapi kalau laporan itu tidak ada ya saya selesai, artinya yang membuat laporan ke saya itu yang bertanggung jawab ketika tidak ada temuan," ungkap Eko. 

Masih katanya, ketika ada giat pada siang tadi disalah satu desa di Kecamatan Bendo, Eko Muryanto juga bertemu dengan Camat Bendo Verawati Setyoningrum, ketika ditanya terkait dengan hasil Monev dari Kecamatan ternyata juga dinyatakan belum ada. Maka isu yang berkembang terkait sudah adanya monev di Desa Belotan hanya kabar burung yang dihembuskan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Tadi waktu ada acara pelantikan di Desa Dukuh Kecamatan Bendo saya juga bertemu Camat Bendo Vera, ketika saya tanya hasil monev dari Kecamatan sudah ada atau belum ternyata dijawab belum maka saya himbau untuk segera dilaporkan hasilnya," pungkasnya. (DK)