Home Tokoh Mengenal Sosok Tikno, Politisi yang Aktif Sebagai Penggiat Seni dan Budaya

Mengenal Sosok Tikno, Politisi yang Aktif Sebagai Penggiat Seni dan Budaya

Politisi Partai Hanura Magetan

119
0
SHARE
Mengenal Sosok Tikno, Politisi yang Aktif Sebagai Penggiat Seni dan Budaya

MAGETAN - NUSA WEB.ID -, Siapa yang tak mengenal Tikno. Salah satu penggiat budaya di Kabupaten Magetan ini akrab di sapa sebagai Mbah Tik. Sepak terjang Mbah Tik di Magetan sudah tidak perlu diragukan lagi. Karakternya yang merakyat dan humble pada semua kalangan bahkan semua usia membuat Mbah Tik disukai banyak orang bahkan menjadikannya sebagai idola maupun tokoh yang disegani. 

Meski begitu Mbah Tik tidak pernah menempatkan dirinya sebagai "Publik Figure", oleh karena itu ia lebih suka berbaur dengan masyarakat yang ditemuinya, baik itu di warung, di jalan, di sawah, maupun di pasar. Sikapnya yang humble itulah mampu mengantarkan Mbah Tik menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan periode 2019-2024. 

Tak pernah terbesit dalam pikiran Mbah Tik bahwa dirinya akan sampai pada titik ini. Mengingat ia bukan terlahir dari keluarga yang berada maka Mbah Tik tidak pernah mempunyai angan-angan yang tinggi. Namun karena kegigihannya serta jiwa sosialnya mampu mengantarkan Mbah Tik menjadi salah satu tokoh yang mempunyai dedikasi tinggi untuk Magetan. 

Lahir dari lima orang bersaudara, Mbah Tik merupakan anak ketiga dari pasangan H. Harjho Wardi dan Hj. Tukirah. Saat ini Mbah Tik bertempat tinggal di Dsn. Kalitengah, RT/RW 10/02, Ds. Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. 

Ya.... Bagi warga Magetan Mbah Tik bukan lagi sosok yang asing, pasalnya beliau merupakan tokoh pelopor adanya motif batik "Pring Sedapur" yang saat ini tengah digandrungi oleh masyarakat. Bahkan kediamannya saat ini juga ia gunakan sebagai galeri dan rumah produksi batik 'Pring Sedapur". Tak heran dari bakat seninya itu mampu mengantarkan Mbah Tik menjadi Ketua Umum Among Tamu Margo Rukun Kabupaten Magetan. 

Bapak yang selalu murah senyum tersebut telah menggeluti bidang seni batik sejak tahun 2000 lalu. Dalam kurun waktu 22 tahun tak heran saat ini galeri batiknya sudah dikenal hingga luar daerah. Bahkan yang lebih mengagumkannya lagi, galeri batik miliknya merupakan salah satu icon Kabupaten Magetan, sehingga tak heran banyak tokoh maupun pejabat negara yang mengunjungi galerinya untuk sekedar melihat maupun membeli hasil kerajinan dari rumah produksi batiknya. 

Sebelum terjun di dunia politik, karena karakternya yang selalu mandiri Mbah Tik pernah mengadu nasib di sejumlah perusahaan swasta di Ibukota, dan bahkan pernah dibeberapa kota lainnya diluar pulau Jawa. Bahkan yang tak banyak diketahui oleh masyarakat, sosok Mbah Tik pernah menjadi seorang tenaga pengajar (Guru) Sekolah Dasar di Kalimantan Timur. 

Diibaratkan seperti air mengalir, banyak perubahan-perubahan yang terjadi dalam perjalanan hidup seorang Tikno. Merasa telah lama meninggalkan kampungnya, Mbah Tik memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya yakni Desa Sidomukti. Dari situlah  babak baru kehidupan Mbah Tik dimulai.

Berbicara soal sepak terjangnya, diketahui, Mbah Tik pernah menjadi Kepala Desa dua periode yakni periode tahun 1998-2007 dan 2007-2013. 15 tahun bukan waktu yang sebentar untuk Mbah Tik mengumpulkan prestasi dalam pengabdiannya pada masyarakat. Hal itu terbukti dengan adanya  penghargaan yang pernah Mbah Tik terima yakni dinobatkan sebagai Kepala Desa Teladan se-Provinsi Jawa Timur. Prestasi itulah yang membuktikan bahwa sosok Mbah Tik semakin terkenal dan teristimewa dikalangan masyarakat. 

Saat masa pengabdiannya telah usai sebagai Kepala Desa, Mbah Tik mulai memberanikan diri untuk terjun dalam dunia politik. Yaaa... Kematangannya dalam berpolitik dilanjutkan dalam struktur partai yakni pada tahun 2016, mengantarkannya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Hanura Kabupaten Magetan. Dari situlah bakat Mbah Tik dalam bidang politik telah muncul. Hal itu terbukti dengan pengabdiannya pada masyarakat serta selalu senantiasa semangat dalam berjuang  menjadikan Mbah Tik aktif dalam kegiatan sosial, bahkan tak jarang dirinya kerap dijadikan narasumber dan motivator dalam setiap event pemerintah maupun swasta. 

Masyarakat selalu mengenal sosok Mbah Tik sebagai seorang yang kritis, tegas, dan berkomitmen, hal itu  dapat dilihat dari wajahnya yang kerap kali muncul wira-wiri dalam sejumlah Media Online yang selalu mengkritisi terkait permasalahan kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan asas kesejahteraan masyarakat. Dari situlah dalam perjalanannya Mbah Tik sendiri tampaknya memang ingin membuktikan bahwa dirinya mampu dan layak menjadi politisi andal sekaligus jadi wakil rakyat yang bertanggung jawab dan selalu ada saat sedang dibutuhkan oleh masyarakat.

Sosok yang ramah ini mengaku bahwa menjadi Anggota DPRD bukanlah perkara
yang mudah. Ia tetap senang melayani masyarakat setiap harinya.  Kesibukan yang dijalani ini setidaknya hampir sama
dengan aktivitasnya saat masih menjadi Kepala Desa.

“Meski saya sebagai Anggota Dewan kalau soal anak dan istri tetap saya utamakan. Walaupun
bagaimana keluarga adalah tetap No 1,” ujar Mbah Tik. 

Saat masanya dahulu Mbah Tik pernah mendapatkan penghargaan sebagai Juara pertama Tingkat Nasional dalam
pelaksanaan lomba Desa Berhasil pada tahun 1999 lalu pada saat masa kepemimpinan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Pada periode keduanya sebagai Kepala Desa
 Tikno juga berhasil meraih Juara pertama Kepala Desa Idola Tingkat Propinsi Jawa Timur.

Dalam merawat dirinya agar tetap sehat dan bugar diusianya yang tidak muda lagi ia hanya menggunakan cara yang sederhana, yakni "Hanya Perlu Menjalani dan Mengalir Seperti Air,". Hal itu yang diungkapkannya. 

"Yang
jelas lakukan istirahat yang cukup dan rajin olah raga,” kata Tikno. 

‘’Kalau tidak ada kesibukan, saya selalu menyempatkan
silahturahmi ke penggiat-penggiat seni di Kabupaten Magetan, karena walau bagaimanapun, nama saya juga dibesarkan dari Seni Campur Sari Atau Gambyong dalam bahasa keren nya Komunitas Isor Terop," terangnya. 

“Dulu SMP dan SPG saya di Plaosan, SPG itu kalau sekarang setara dengan SMA, dulu itu namanya
Sekolah Pendidikan Guru," cerita Mbah Tik saat mengingat  masa lalunya. 


Menurut ceritanya, meski sekarang menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Magetan akan tetapi
masyarakat Magetan selalu akrab memanggilnya dengan sebutan "Mbah Lurah". Ini terbukti ketika Mbah Tik menghadiri acara
undangan masyarakat, suatu ketika sejumlah rekan lamanya sempat memanggil nama Mbah Lurah. 

”Mungkin itu sudah terbiasa, karena dua Periode saya menjabat lurah Sidomukti, dan hal itulah yang mungkin masih melekat dihati masyarakat," tutupnya. (Vha)